Minggu, 06 November 2016

Optimisme Perekonomian Indonesia 2016




Mengawali tahun 2016, Indonesia harus mampu membangun optimisme untuk menghadapi setiap situasi ekonomi, baik global maupun domestik. Menurut Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro, kondiri ekonomi global saat ini rentan dengan krisis karena mudah berubah-ubah. Karenanya Indonesia harus tetap menjaga fundamental baik makro, moneter dan fiskal. Salah satu hal penting dalam menjaga fundamental adalah bagaimana mengoptimalkan belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) karena ini salah satu faktor penyokong pertumbuhan ekonomi 2016. Pemerintah juga perlu mengoptimalisasi pajak, melihat besarnya potensi pajak Indonesia. Salah satu yang perlu dicermati adalah penerimaan pajak yang berasal dari wajib pajak pribadi.

Tax Amnesty yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat mendorong penerimaan negara. Dengan adanya tax amnesty maka ada potensi penerimaan yang akan bertambah dalam APBN dan kemampuan pemerintah untuk belanja juga semakin besar sehingga akan membantu program-program pembangunan infrastuktur dan kesejahteraan masyarakat. Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI, menilai kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 2016. Target 5,2% yang ditargetkan pemerintah tidak sulit untuk dicapai. Sisi lain dari kebijakan ini adalah dorongan investasi swasta. Walaupun hal ini belum dapat dipastikan karena pemilik dana memilih untuk meletakan dana di pasar keuangan, sehingga belum memberikan dampak signifikan. Namun dampak dari adanya tax amnesty dalam pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya ketika investor masuk ke sektor rill.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar